Selasa, 02 Desember 2025

Saint Mary's Way

senyum kecil yang mengubah hariku

  Halo semuanyaa!! ketemu lagi sama akuu, yumna, kalau kalian mau tau lebih banyak tentang aku, kalian bisa buka link artikel ini yaa : about me.Nah temen-temen, pada artikel kaliini aku akan berbagi cerita tentang pengalaman aku mengikuti kegiatan Saint Mary's Way yaitu kegiatan yang diadakan sama sekolah akuu SMP Santa Maria Bandung.Selamat membacaa :D

  Beberapa bulan lalu, sekolahku SMP Santa Maria Bandung punya kegiatan baru untuk siswa kelas 9 yang namanya Saint Mary Way. Dari awal aku dengar program ini, aku langsung merasa tertarik. Bukan cuma karena ini program pertama kali diadakan, tapi juga karena aku bisa ikut terjun langsung membantu orang lain. Rasanya ada semangat baru yang muncul dalam diriku. Aku benar-benar ingin memberikan sesuatu yang berarti, meskipun kecil, untuk orang-orang yang membutuhkan.

  Sejak malam sebelum hari pelaksanaan, aku sudah membayangkan bagaimana nanti suasananya. Aku berpikir, “Semoga semua berjalan lancar dan aku bisa bikin adik-adik di sana bahagia.” Aku merasa excited, sampai sulit tidur. Aku bangun dengan perasaan penuh semangat, siap untuk menjalani hari yang berbeda dari biasanya. Bukan hari belajar di kelas, tapi hari belajar dari kehidupan nyata.

SEE 

  Aku dan teman-teman kelompok berangkat ke Panti Asuhan Cahaya Kasih di Bandung. Waktu tiba di sana, suasananya langsung terasa hangat. Panti itu sederhana, tertata rapi, dan terasa seperti rumah yang diisi oleh keluarga besar. Tidak ada hiasan yang berlebihan, tapi aura kebersamaan terlihat jelas dari gelak tawa anak-anak yang sedang bermain.

Mereka sangat ceria dan energik.


  Bahkan sebelum kami mendekat, sudah
terdengar suara tawa mereka yang bikin aku ikut tersenyum. Aku yang awalnya deg-degan, jadi lebih rileks. Aku mencoba menyapa duluan, memperkenalkan diri sambil senyum-senyum kikuk. Tapi ternyata mereka menyambut aku dengan antusias. Mereka langsung mengajak main, tarik tangan aku, dan menatap aku dengan mata berbinar—seolah berkata, “Ayo Kak, kita main bareng!”

  Kami melakukan banyak kegiatan bersama. Aku bantu mereka menyusun puzzle, meskipun kadang mereka comot dan pasang potongannya asal-asalan tapi tetap heboh sendiri. Aku mengajari mereka menulis nama mereka, dan tiap kali berhasil, mereka tepuk tangan bangga. Ada juga sesi mewarnai di mana mereka saling pamer gambar meskipun hasilnya keluar garis semua, tapi yang penting mereka senang, kan?

Di sela-sela itu, aku juga mengajak mereka  ngobrol.

Aku bertanya hal-hal kecil seperti nama dan umur mereka, dari cara mereka bercerita, terlihat jelas kalau mereka hanya butuh teman untuk mendengarkan. Aku merasa sangat terharu karena mereka begitu hangat menerima kami, padahal baru pertama kali bertemu.

JUDGE

  Di tengah suasana ceria itu, aku teringat pada Bunda Maria — sosok yang menjadi teladan utama dalam kegiatan ini. Maria selalu hadir untuk orang lain, dengan hati penuh kasih dan ketulusan. Aku pun bertanya dalam hati:

“Apa aku selama ini sudah cukup peduli pada sekitar?”

Melihat adik-adik yang tetap tersenyum walau hidup mereka tak selalu mudah.



  Aku merasa Tuhan sedang mengajariku untuk menghargai setiap karunia yang aku punya. Aku punya keluarga yang mendukung, makanan yang cukup, rumah yang nyaman, tapi tetap saja kadang aku mengeluh hanya karena hal kecil.
Melalui pelayanan ini, aku belajar bahwa:
Berbagi tidak harus besar tetapi kehadiran yang tulus sudah lebih dari cukup

Aku juga belajar tentang sabar, tentang membantu tanpa berharap imbalan, dan tentang ikut merasakan kebahagiaan saat orang lain bahagia. Nilai-nilai sederhana tapi penting yang aku temukan langsung dari pengalaman kecil ini.


ACT 

  Waktu berlalu begitu cepat. Setelah semua permainan, doa bersama, dan pembagian bingkisan selesai, kami harus pamit. Adik-adik melambaikan tangan sambil tersenyum lebar. Aku memandang mereka sambil bergumam dalam hati:

“Aku akan datang lagi, kalau ada kesempatan.”



  Dalam perjalanan pulang, aku membuat komitmen baru untuk diri sendiri:

  • Aku mau membiasakan diri lebih bersyukur tiap hari

  • Aku ingin lebih peka dan peduli terhadap orang sekitar

  • Aku mau terus melakukan pelayanan, bukan hanya karena tugas sekolah

  • Aku ingin meneruskan kasih Tuhan melalui tindakan kecil yang bisa aku lakukan

Aku percaya bahwa tindakan sederhana bisa memberikan dampak yang besar, bahkan mungkin kita tidak selalu bisa melihatnya langsung.

Kasih Itu Selalu Punya Ruang untuk Bertumbuh

  Pengalaman Saint Mary Way ini

membuat aku semakin sadar bahwa ketika aku melayani, bukan cuma mereka yang bahagia — aku juga bertumbuh. Aku merasa lebih dekat dengan Tuhan, dan lebih paham tentang arti kasih yang sebenarnya.

  Bunda Maria mengajarkan aku untuk melayani dengan rendah hati.
Adik-adik panti mengajarkan aku untuk menghargai setiap momen dan tetap ceria.
Tuhan mengajarkan aku untuk memberi tanpa batasan.

  Dan sekarang aku tau bahwa ..
kadang yang dunia butuhkan bukan pahlawan besar, tapi hati yang mau peduli .

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Evaluasi

                          Tahun 2025 kemarin berjalan cukup cepat dan isinya campur aduk. Ada hari-hari biasa aja, ada juga momen yang cukup...